Usaha Nasi Pecel Sego Jagung Dijalankan Pemuda Karang Taruna Samudra Dusun Dumpul


Pemuda dan Pemudi yang tergabung dalam Karang Taruna Samudra Dusun Dumpul Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kreatif membuka peluang usaha kuliner di masa pandemi COVID-19 dengan berbasis kearifan lokal.

"Kami jual nasi pecel sego jagung, tujuannya untuk meningkatkan pendapatan organisasi dan mensosialisasikan protokol kesehatan," ucap Dwi Prasetyo, seksi kewirausaahan Karang Taruna Samudra Dusun Dumpul, Minggu (21/2/2021).

Inisiatif ini, kata dia, juga untuk melatih usaha mandiri dan sebagai bekal untuk masa depan.

"Berawal dari modal Rp250.000,00 semoga nanti terus berkembang dan membawa berkah bagi kita semua," tambahnya.

Gayung bersambut, bisnis usaha kuliner yang dibuka pemuda setempat di depan gardu (pos ronda) setempat itu cukup favorit dan diminati warga.

"Untuk persiapan jualan nasi pecel sego jagung, kami dibantu oleh anggota dan pengurus Karang Taruna. Alhamdulillah guyub dan ikhlas," terangnya.

Bagi yang tidak terbiasa makan nasi jagung, kata Dwi, disediakan nasi beras dan aneka lauk seperti rempeyek, kerupuk dan tempe goreng.

Hanya saja, karena masih pandemi COVID-19, untuk sementara hanya buka pada hari Minggu pagi mulai pukul 06.00 WIB.

Begitu mulai buka dasar, ternyata tidak berlangsung lama. Anak-anak dan remaja sekitar langsung antri menyerbu.

"Bersyukur, cepat habis dan laris. Harganya pun ekonomis. Satu bungkus rata-rata Rp3.000,00," ungkapnya.

Dwi menjelaskan, untuk bahan utama yakni jagung, beras, sambal kacang dan aneka sayuran, tidak merasa kesulitan, karena mudah didapatkan di sekitar wilayah setempat.

Meskipun baru dua kali buka pada hari Minggu pagi, namun untung pun diraih.

"Meski untungnya tidak banyak, tapi kami bersyukur. Itu pun disesuaikan dengan target awal," kata Dwi.

Sementara itu, Merin, pengurus dan anggota Karang Taruna Samudra mengatakan, untuk promosi digencarkan melalui media sosial seperti instagram dan facebook.

"Cukup efektif promosi melalui media sosial. Kami juga melayani delivery, tapi masih di sekitar sini saja," ungkapnya.

Untuk menuju lokasi sangat mudah, dari perempatan Desa Kamolan ke arah timur lebih kurang 2 Km. Atau dari pasar Desa Pelem ke arah barat lebih kurang 1 Km.

"Sambil gowes pagi, silahkan mampir. Ayuk buruan," ucapnya.

Ia berharap, pandemi COVID-19 segera berakhir dengan diikuti kepatuhan warga menerapkan protokol kesehatan.

Siti, salah seorang ibu rumah tangga dusun setempat mengapresiasi usaha para pemuda dan pemudi itu.

"Nasi pecel sego jagung ini kesukaan saya. Semoga jiwa dan semangat wirausaha ini terus dikembangkan," kata dia.

Hal senada disampaikan Aida. Selain hangat dan baru dimasak, kuliner khas Blora itu bisa menjadi ikon pengembangan potensi lainnya di dusun Dumpul.

"Rasanya pas banget untuk makan pagi. Dibungkus daun jati, menunjukkan Blora banget," ujarnya.

Bahkan, kata dia, label nasi pecel sego jagung, bisa memantik pelestarian parikan (pantun) dalam khasanah sastra Jawa.

"Seperti ini misalnya, nasi pecel sego jagung, ora kena mangkel, senajan urip ning kampung (tidak boleh jengkel, meskipun hidup di kampung)," ungkap Aida. (Tim Dinkominfo Blora).

.

    Berita Terbaru

    Sebelum Lebaran, Citilink Didorong Buka Penerbangan Blora - Jakarta
    02 Maret 2021 Jam 19:57:00

    Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP, M.Si bersama Kepala Kantor UPBU Kelas III Dewandaru, Ariadi...

    Infografis Monitoring Data Covid-19, Selasa 2 Maret 2021
    02 Maret 2021 Jam 18:26:00

    Peta zonasi risiko persebaran per kecamatan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi...

    Kodim 0721/Blora Gelar TMMD Sengkuyung Tahap I 2021 di Dukuh Bulak Gading
    02 Maret 2021 Jam 14:33:00

    Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Blora membuka program pelaksanaan TNI Manunggal Membangun...