Berita Terkini

Kejari Blora Minta Warga Lebih Disiplin Karena Reaktif Rapid Test Bertambah


Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora menyampaikan imbauan kepada warga masyarakat supaya lebih taat, disiplin dan mengikuti program pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19.

Imbauan itu disampaikan Kasi Perdata dan Tata Usaha (Datun) Kejaksaan Negeri Blora, Imam Tauhid, SH mewakili Kepala Kejaksaan Negri Blora (Kajari) Blora Made Sudiatmika, SH dalam konferensi pers update terkini persebaran Covid-19 di media center Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blora, Sabtu (30/5/2020).

Berdasarkan update terakhir monitoring data Covid-19 Kabupaten Blora hingga pukul 10.47 WIB, Sabtu (30/5/2020) jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) 577, terdiri proses pemantauan 136, selesai pemantauan 440 dan meninggal 1 orang.

Jumlah Orang Dalam Pemantaun (ODP) 926, proses pemantauan 28 selesai pemantauan 893 meninggal 3 orang.

Selanjutnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 44, pengawasan 8, selesai pengawasan 25, Meninggal menunggu hasil swab 4 orang. Meninggal 5 (PCR Negatif bukan Covid-19) dan 2 orang meninggal.

“Kemudian warga yang reaktif rapid test sebanyak 116 orang, terinci reaktif OTG 100, ODP 12, PDP 4,” jelasnya.

Selanjutnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 24 orang, 19 orang dirawat, sembuh 2 dan 3 orang meninggal dunia.
Berikutnya, jumlah pemudik sampai dengan pukul 21.00 WIB, Jumat (29/5/2020) sejumlah 36.094 orang.

“Melihat dari data itu, kami jajaran Forkopimda kabupaten Blora mengimbau kepada warga masyarakat, untuk mendukung program pemerintah dalam rangka memutus mata rantai virus corona melalui physical distancing,” terangnya.

Yaitu dengan cara hindari keramaian atau kerumunan untuk tidak berkumpul, selalu jaga jarak tetap berada di rumah dan jika hendak keluar rumah selalu memakai masker.

Selain itu diingatkan untuk membiasakan cuci tangan pakai sabun atau detergen denga air yang mengalir, meningkatkan imun serta daya tahan tubuh melalui pola hidup bersih dan sehat.

“Karena kalau saudara sehat, keluarga sehat, kita sehat, Indonesia Hebat,” tandasnya.

Kasi Perdata dan Tata Usaha (Datun) Kejaksaan Negeri Blora, Imam Tauhid, SH juga menyampaikan bahwa pelayanan hukum di Kejari Blora dilakukan seperti biasa.

“Untuk perkara tindak pidana umum dan tindak pidana khusus, persidangan dilakukan secara online. Program Jaksa menyapa juga berjalan seperti biasa,” ungkapnya.

Pihaknya mengapresiasi kinerja tenaga medis dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Blora.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada tenaga medis,baik dokter maupun perawat dan petugas lain yang berada di rumah sakit, Puskesmas maupun yang bertugas di lapangan,” ungkapnya.

Serta kepada aparat keamanan yang tidak henti-hentinya melaksanakan tugas dalam rangka penanganan Covid-19 di Kabupaten Blora.

Hadir dalam konferensi pers di tempat yang sama yakni Kepala Bidang Lalu Lintas Dinrumkimhub Kabupaten Blora Drs. Bambang Soegiyatno, MM mewakili Kepala Dinrumkimhub Blora, Pratikto Nugroho, S.Sos, MM dan Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr R Soeprapto Cepu, drg. Yul Purnawati mewakili Direktur RSUD Cepu dr Fatkhur Rokhim.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinrumkimhub Kabupaten Blora Drs. Bambang Soegiyatno, MM antara lain menyampaikan bahwa sejumlah petugas di lingkungan perhubungan telah dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif.

“Kami sampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk teman-teman Dinas Kesehatan Blora yang telah melakukan rapid test termasuk di lingkungan perhubungan, dan alhamdulillah hasilnya semua non reaktif,” terangnya.

Disampaikan lebih lanjut, tentang arus mudik yang sudah berjalan, pada tahun 2019 tercatat masuk lebih dari 150 ribuan orang.

“40% menggunakan transportasi umum dan sisanya menggunakan kendaraan pribadi,” jelasnya.

Pada tahun 2020, bersamaan dengan adanya Covid-19 jumlah pemudik sekitar 35 ribuan. Dari jumlah itu, sebanyak 14.000an menggunakan alat transportasi umum.

Alasan mereka mudik ke Blora, lanjut Bambang, 26,11 % karena alasan PHK perusahaan, 44,54% usaha dagang sapi dan 29,35% karena alasan pribadi lainnya.

“Ini menunjukkan bahwa warga kita sebagian besar sudah sadar, sudah berdisiplin, sudah mengetahui pengetahuan yang cukup tentang bahaya penularan Covid-19,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr R Soeprapto Cepu, drg. Yul Purnawati antara lain mengemukakan pasien yang datang ke RSUD Cepu baik OTG, ODP maupun PDP sejumlah 74 orang. Kemudian pasien yang telah dirawat di ruang isolasi Covid-19 tercatat 36 orang.

“Saat ini yang masih dirawat ada empat orang, tetapi tadi sudah ada yang menghubungi ada tambahan satu lagi, sehingga sudah penuh,” jelasnya.

Dikatakannya, jumlah kematian mulai April 2020 hingga sekarang, terhitung ada empat orang. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan swab test baik dari rumah sakit maupun dari rujukan Puskesmas yang berada di rayon wilayah Cepu sejumlah 36 orang.

“Seorang pasien yang positif dan dirawat kini sudah dipulangkan karena hasil swabnya negatif,” tambahnya. (Dinkominfo Kab. Blora).

    Berita Terbaru

    Blora Memiliki Potensi Bagus Cabang Olahraga Taekwondo
    07 Juli 2020 Jam 17:38:00

    Ketua pengurus provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Tengah, Alex Harjanto menilai atlet di...

    KONI Demak Studi Banding ke KONI Blora
    07 Juli 2020 Jam 14:07:00

    Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Demak melakukan studi banding ke...

    Perkembangan Covid-19, Selasa 7 Juli 2020 : Positif 64, Sembuh 27
    07 Juli 2020 Jam 11:37:00

    Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora menginformasikan update...