Berita Terkini

Pemudik Makin Banyak, Pemkab Blora Akan Bentuk Pokja Dampak Covid-19


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi, SE, MSi menerangkan jumlah pemudik dari berbagai wilayah tanah air ke kabupaten Blora sudah mencapai 13.429 orang.

Hal itu berdasarkan update informasi terkini yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi mewakili Bupati Blora Djoko Nugroho dalam konferensi pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (6/4/2020).

Menurut Sekda Blora, hingga pukul 10.47 WIB jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dalam proses pemantauan adalah 577 orang sedangkan yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak ada.

“Mari kita sama-sama bersyukur mudah-mudahan kondisi ini terus sehingga Blora bebas dan aman dari Covid-19.

Kemudian dari jumlah penduduk yang mudik sampai dengan Minggu, (5/4/2020) pukul 21.00 WIB mencapai 13.429 orang.

“Itu kondisi kita di Kabupaten Blora,” ucapnya.

Pada kesempatan itu Sekda mengajak seluruh warga masyarakat kabupaten Blora untuk menjaga pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Mari kita sosialisasikan di keluarga, di kantor dimanapun kita berada. Agar selalu cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir. Kemudian gunakan masker, terutama kalau kita berinteraksi dengan orang banyak,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Sekda, jaga jarak dan kurangi berkumpul serta jangan bepergian apabila tidak begitu penting.

“Ini selalu kita ingatkan agar kondisi di kabupaten Blora tetap bisa kita pertahankan seperti sekarang ini. Yaitu tidak ada yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata dia.

Meski demikian harus tetap waspada dan jangan lengah. Kepada Camat, Kepala Desa, Kepala Kelurahan agar ikut terus memantau warga pemudik di kabupaten Blora.

“Utamakan kesehatan, bila perlu isolasi secara mandiri di masing-masing desa dan kelurahan,” harapnya.

Sekda menjelaskan, ada instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2020 dimana setiap pemerintah daerah harus merasionalisasi kegiatan-kegiatan yang dianggap belum begitu mendesak untuk dijadikan kegiatan dalam rangka penanganan Covid-19.

“Ini sedang kita bahas, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa terselesaikan,” kata Komang Gede Irawadi.

Dijelaskannya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan pemerintah daerah. Pertama, terkait dampak kesehatan. Dampak kesehatan ini, kata Sekda, cukup luas dan sudah dihitung kebutuhan anggarannya.

Kemudian, yang kedua terkait dengan dampak ekonomi. Dampak ekonomi ini apakah pemerintah daerah dapat memberikan keringanan pajak, dampak ekonomi terkait UMKM dan ketahanan pangan.

“Yang ketiga adalah dampak sosial. Jadi pemerintah daerah juga sedang menghitung kebutuhan anggaran untuk jejaring sosial. Jadi bantuan-bantuan hibah atau bansos, kepada warga masyarakat kabupaten Blora yang berdampak atau kena dampak virus corona,” jelasnya.

Untuk itu, menurut Sekda Blora, akan membuat pokja dampak kesehatan, pokja dampak ekonomi dan pokja dampak sosial.

“Sehingga harapan kami semua masyarakat yang kena dampak dari virus corona ini bisa kita bantu bersama,” tandasnya.

Mendampingi Sekda Blora dalam konferensi pers kali ini, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Sarmidi, SP dan Direktur RSUD dr. R Soetijono Blora, dokter Nugroho Adiwarso, Sp.OG.

Di kesempatan itu, Direktur RSUD dr. R Soetijono Blora, dokter Nugroho Adiwarso, Sp.OG menjelaskan untuk saat ini tidak ada pasien yang dirawat di rumah sakit setempat.

“Oleh karena itu dalam waktu dua atau tiga hari ini kami gunakan untuk merehab ruang isolasi agar memenuhi standar baik untuk pasien maupun tenaga kesehatan, sehingga keamanan lebih terjamin,” terangnya.

Pihaknya mengimbau kepada masayarakat, baik itu penunggu pasien dan pasien yang berobat untuk menggunakan masker.

“Jadi kami beri toleransi selama tiga hari ini, untuk selanjutnya, baik penunggu pasien atau yang akan berobat ke rumah sakit harus menggunakan masker supaya kita bisa saling menjaga,” tegasnya.

Pihaknya juga mengingatkan kepada warga masyarakat agar jangan terlalu panik dan cemas. Karena untuk penanganan ini menggunakan SOP.

“Sehingga kalau melihat menggunakan APD lengkap itu seolah-olah positif dan membuat ketakutan. Itu sudah sesuai dengan SOP,” teranganya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Sarmidi, SP melaporkan bahwa berdasarkan data stok ketersediaan kebutuhan pokok yang ada di kabupaten Blora sampai saat ini aman.

"Untuk ketersediaan stok beras di kabupaten Blora masih sebesar 11,268 ton. Ini berada di masing-masing distributor yang ada di kabupaten Blora, seperti di Bulog dan sejumlah PT, CV serta UD,” jelasnya.

Pihaknya memprediksi kebutuhan beras, juga ada musim panen tahun ini, untuk kebutuhan empat hingga lima bulan kedepan di kabupaten Blora situasinya aman.

Selain beras, lanjut Sarmidi, ketersediaan minyak goreng 35,021 ton, gula 4,790 ton, bawang putih 9,040 ton, bawang merah 284,700 ton, daging ayam 2,650 ton, daging sapi 787,2 ton, cabai besar 2.725,3 ton, cabai rawit 352,9 ton dan telur 4.280,078 ton.

“Jumlah tersebut kami sampaikan berdasarkan data statistik ketersediaan kebutuhan pokok kabupaten kabupaten/kota di Jawa Tengah sampai dengan Senin 6 April 2020 untuk kabupaten Blora,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga dilaporkan tentang rata-rata kebutuhan pokok masyarakat dan barang strategis di pasar daerah Blora.

Di antaranya harga beras IR 64 kw premium Rp10.000,00/kg, beras IR 64 kw median Rp9.500,00/kg. Harga gula pasir (kristal putih) Rp18.000,00/kg.

Kemudian minyak goreng Bimoli botol Rp14.000,00/liter, sedangkan minyak goreng curah (tanpa merk) Rp12.000,00/kg.

Harga daging sapi murni Rp110.000,00/kg, daging ayam broiler Rp32.000,00/kg dan daging ayam kampung Rp65.000,00/kg.

Sedangkan harga telur ayam ras Rp21.500,00/kg dan telur ayam kampung Rp2.000,00/butir.

“Harga tersebut masih bisa ditoleransi,” kata Sarmidi.

Pada kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan oleh Baznas Blora, komunitas Cerita dari Blora dan Dinas Pendidikan kabupaten Blora.

Aneka bantuan seperti alat pelindung diri (masker, baju dll), tempat cuci tangan dan sabun secara simbolis diserahkan oleh masing-masing perwakilan kepada Sekda Blora untuk selanjutnya disalurkan kepada warga masyarakat yang membutuhkan. (Dinkominfo Kab. Blora).


    Berita Terbaru

    Sebanyak 14 Tenaga Medis RSUD Cepu Sembuh dan Kembali Aktivitas
    27 Mei 2020 Jam 12:19:00

    Sebanyak 14 tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr R Soeprapto Cepu dinyatakan sembuh dan kembali...

    Reaktif Rapid Test 81 Orang, Sekda Blora Minta Warga Lebih Disiplin Diri
    27 Mei 2020 Jam 11:28:00

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi, SE,M.Si menyampaikan berdasarkan...

    Dinkominfo Blora Ajak Masyarakat Gunakan Aplikasi PeduliLindungi
    27 Mei 2020 Jam 10:22:00

    Blora - Kepala Dinas Komunukasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora Drs. Sugiyono, MSi...