Berita Terkini

Blora Terima Penghargaan WBTB Kebudayaan Samin


Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman, M.Si mengapresiasi terselenggaranya platform Indonesiana Cerita dari Blora 2019 oleh komunitas budaya yang didukung oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud yang telah mempercayakan rangkaian Indonesiana di Blora.

Hal itu disampaikannya ketika menyampaikan sambutan mewakili Bupati Blora, pada pembukaan Indonesiana Cerita dari Blora 2019 di Stadium Seni Budaya Taman Tirtonadi Kabupaten Blora, Kamis (19/9/2019) malam.

“Kami sampaikan terimakasih kepada komunitas budaya, OPD terkait dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud yang telah mempercayakan rangkaian Indonesiana di Blora. Kami berharap acara ini berlangsung dengan lancar dan nantinya ke depan akan terus bisa berlangsung di kabupaten Blora ini,” kata Wakil Bupati Blora.

Wabup Arief Rohman, M.Si juga menyampaikan terimakasih kepada Kemendikbud atas penetapan dan sertifikasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

“Tahun lalu kita sudan mendapatkan barongan Blora sebagai WBTB. Alhamdulillah, dilengkapi tahun ini adalah kebudayaan Samin. Ini adalah suatu bentuk apresiasi dari pemerintah pusat tentang khasanah kebudayan di Kabupaten Blora,” ujarnya.

Seperti diketahui, lanjutnya, proses penetapan ini, dilakukan sejak tahun 2013. Warisan Budaya Tak Benda ini, adalah seluruh hasil dari perbuatan dan pemikiran yang terwujud dalam identitas, ideologi, mitologi, ungkapan kongkrit dalam bentuk suara, gerak maupun gagasan yang termuat dalam benda dan juga sistem perilaku, sistem kepercayaan serta adat istiadat.

“WBTB atas budaya Samin di Blora tentunya tidak terlepas dari masih adanya masyarakat yang menjalankan nilai-nilai egaliter dalam kesehariannya. Kelompok masyarakat ini dikenal dengan masyarakat Samin yang eksistensinya masih terpelihara dengan baik,” katanya.

Masyarakat Samin, lanjutnya, adalah masyarakat yang konsisten dalam berperilaku antara lain menjunjung tinggi nilai kejujuran, tidak iri, tidak dengki dna tidak berprasangka jelek pada orang lain. Bersikap dan bertindak apa adanya, tidak mengada-ada.

Bagi masyarakat Samin, yang penting tidak mengganggu orang lain dan sebaliknya, masyarakat Samin juga tidak mau orang lain mengganggu kehidupannya dan pranata sosialnya.

“Masyarakat Samin dapat memadukan masuknya budaya populer dengan sikap dan ajaran Sedulur Sikep,” ucap Wakil Bupati Blora.

Dalam kehidupan sehari-hari, kata Wakil Bupati Blora, masyarakat Samin memegang teguh ajaan saminisme yang sudah mengakar dan mengajarkan kepada keturunan dan generasi muda suku Samin.

“Alhamdulillah, nanti pada tanggal 22 September 2019, sebagaimana disampaikan oleh panitia, aka ada acara temu ageng, di tempatnya Mbah Pramugi. Nanti akan berkumpul Sedulur Sikep dari beberapa Kabupaten di sekitar Kabupaten Blora ini,” jelasnya.

Selain masyarakat Samin, kesenian barongan juga sudah diapresiasi oleh Kemendikbud, dan kita berkomitmen bahwa barongan menjadi salah satu seni yang diminati mulai dari generasi tua sampai dengan anak-anak.

“Dan nanti dalam rangkaian Indonesiana ini akan ada workshop barongan dilanjutkan pementasan di taman Tuk Buntung Cepu. Ini dari group Risang Guntur Seto, nanti akan tampil,” jelasnya.

Menurut Wakil Bupati Blora, pihaknya berusaha membranding Blora, salah satunya sebagai kota barongan dengan membuatkan tugu barongan di batas masuk dari kabupaten Rembang.

“Kami mohon Dirjen Kebudayaan bisa membantu, kita sudah ada tanahnya, tinggal dananya, kalau kementerian pusat membatu, disampaikan terimakasih. Ini sebagai upaya kita, bahwa Blora ini konsisten,dalam rangka untuk pemajuan kebudayaan, salah satunya adalah seni barongan,” katanya.

Wakil Bupati Blora juga berharap, nantinya festival barongan Nusantara atau Nasional dipusatkan di Kabupaten Blora setiap tahunnya.

“Jadi kalau di Ponorogo ada reog, maka di Blora ada festival barongan tingkat nasional bahkan internasional,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, Slamet Pamuji, SH, M.Hum dalam laporannya mengemukakan kegiatan Indonesiana Cerita dari Blora 2019, sudah dimulai nsejak tanggal 4 September 2019.

“Namun secara efektif dilaksanakan mulai hari ini, yang nanti akan selesai pada tangal 22 September 2019,” ujarnya.

Menurutnya, banyak sudah kegiatan yang sudah dilakukan dalam rangka memperkuat ekosistem budaya, sehingga (Dinporabudpar) tidak banyak campur tangan, melainkan dilakukan oleh komunitas.

“Yang cukup membanggakan, di selatan. Di wilayah Kecamatan Kradenan. Yang tadinya saya tidak begitu optimis, tetapi dengan suntikan workshop penyelenggaran festival, menjadi luar biasa,” katanya.

Sehingga, sampai dengan hari Minggu,pelaksanaan Festival Goa Sentono mendapatkan respon dan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat sekitar.

Kemudian, lanjutnya, pihaknya juga cukup bangga, teman-teman yang membidangi sosiodrama, teater yang tadinya dinilai tidak mempunyai potensial bagus, namun ternyata teater yang ada di Blora luar biasa.

“Dan pameran seni rupa, yang berlangsung sampai dengan hari Minggu (22/9/2019), ini juga diapresiasi, diikuti oleh perupa atau pelaku seni rupa mulai dari Yogyakarta, Surabaya, Mojokerto dan Malang, Jawa Timur.  Jadi mohon maklum, kalau pameran ini bertempat sampai di kolam renang yang dimanfaatkan untuk pameran,” jelasnya.

Kemudian, nanti akan kita selenggarakan festival tradisi lisan, yang akan diikuti beberapa kabupaten.

“Kita bekerjasama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNP) Yogyakarta, nanti akan kita lombakan, sehingga kami mohon kepada masyarakat Blora untuk hadir menyaksikan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Indonesiana Cerita dari Blora 2019, Dalhar Muhammadun mengatakan pertemuan ageng Sedulur Sikep merupakan agenda fenomenal untuk silaturahmi Sedulur Sikep.

“Ini merupakan agenda fenomenal untuk ajang silaturahmi Sedulur Sikep dari berbagai wilayah untuk saling bertukar fikiran serta pendapat,” katanya. (Dinkominfo Kab. Blora/Tim).

    Berita Terbaru

    Mahasiswa KKN Berbagai Kampus Beri Masukan ke Pemkab Blora
    13 Agustus 2022 Jam 09:33:00

    Sejumlah mahasiswa KKN dari berbagai kampus di Jawa memberi masukan ke Pemkab Blora  Jumat...

    Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2023 dan APBD Perubahan 2022 Ditandatangani Bupati Bersama DPRD
    12 Agustus 2022 Jam 19:23:00

    Bupati dan DPRD Blora tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD Kabupaten Blora Tahun...

    Kendalikan Hama Tikus, Tingkatkan Gropyokan Tanpa Jebakan Listrik
    12 Agustus 2022 Jam 17:29:00

    Pemkab Blora, TNI-Polri, dan sejumlah pihak sepakat sesarengan melakukan penanganan pengendalian...