header
 
kiri

SEPUTAR BLORA
<< 1 2 340 41 42 >>

DBH MIGAS BLORA Rp. 8,4 MILIAR

Blora on 2014-07-25 09:46:27

Kepala ESDM Blora, Setyo Edy.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Blora, Drs. H. Setyo Edy, di Blora, Jumat, mengatakan, dana bagi hasil (DBH) untuk minyak dan gas (migas) di Blora naik dari Rp 2,4 miliar menjadi Rp8,4 miliar pada tahun ini. Kenaikan DBH tersebut sebelumnya melalui proses panjang  hingga akhirnya disesuaikan berdasarkan  Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 82 Tahun 2014.

read more...


PEDAGANG “KEMBANG BOREH” TAK SIAKAN KESEMPATAN

Blora on 2014-07-25 08:12:32

Penjual kembang boreh di seputar pasar Kaliwangan Blora.

Pedagang kembang boreh untuk keperluan ziarah kubur tidak menyia-nyiakan kesempatan mengais rejeki, mereka bermunculan di Blora. Para pedagang itu dapat dijumpai saat menjajakan di tepi-tepi jalan dan pasar tradisional. Satu bungkus kembang itu dihargai seribu rupiah.  Oleh warga Blora,  mendekati berakhirnya puasa Ramadan biasanya dibarengi dengan tradisi ziarah ke makam para leluhur . Mereka membacakan doa, kemudian dilanjutkan menabur bunga.

read more...


MUSIK DANGDUT REPRESENTATIF PENGGUGAH SANTAP SAHUR

Blora on 2014-07-25 02:44:38

Hampir sebulan para awak Radio Gagak Rimang “melekan” menemani warga masyarakat Blora dan sekitarnya yang hendak bersantap sahur, sebab radio milik Pemkab Blora itu menambah jam siar hingga 24 jam selama bulan Ramadan 1435 Hijriyah. 

                         .

read more...


SAMBUT HUT KEMERDEKAAN PENJUAL BENDERA MERAH PUTIH KEMBALI MARAK DI BLORA

Blora on 2014-07-24 17:56:09

Penjual bendera dan umbu-umbul di jalan A.Yani Blora.

Meski peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 69Kemerdekaan Republik Indonesia masih sekitar dua puluh empat hari lagi, tetapi beberapa hari sebelumnya para penjual bendera merah putih dan umbul-umbul mulai berdatangan di Blora. Para penjual itu menjajakan di pinggir jalan-jalan protokol di kota satai.

read more...


PASTIKAN AWAK ANGKUTAN LEBARAN BEBAS NARKOBA

Blora on 2014-07-24 11:14:26

Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) bersama Dinas Kesehatan dan Polres Blora menggelar tes urine dan pemeriksaan kesehatan kepada sejumlah sopir yang melayani penumpang mudik di Terminal Cepu, Kamis (24/7).

read more...


<< 1 2 340 41 42 >>
JAJAK PENDAPAT


PARIWISATA & KEBUDAYAAN

KEADAAN WILAYAH


1. Letak Geografis

Secara astronomi Kabupaten Blora terletak di antara 111�016' sampai dengan 111�338' Bujur Timur dan di antara 6�582' sampai dengan 7�248' Lintang selatan. Di sebelah Utara Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati, di sebelah Timur dengan Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur), di sebelah Selatan dengan Kabupaten Ngawi (Jawa Timur) dan di sebelah Barat dengan Kabupaten Grobogan. Luas wilayah Kabupaten Blora adalah, 1.820,59 km2 (182058,3077) atau sekitar 5,5 persen luas wilayah Propinsi Jawa Tengah. Kecamatan yang memiliki wilayah terluas adalah Randublatung seluas 211,13 km2 sedangkan Cepu dengan luas wilayah 49,15 km2 merupakan kecamatan tersempit.

2.Topografi

Kabupaten Blora memiliki wilayah dengan ketinggian terendah 30-280 dpl dan tetinggi 500 dpl. Kecamatan dengan letak tertinggi adalah Japah (280 dpl) sedangkan kecamatan Cepu terendah mempunyai permukaan terendah (31 dpl). Kabupaten Blora diapit oleh Pegunungan Kendeng Utara dan Selatan sengan susunan tanah 56 persen gromosol, 39 persen mediteran dan 5 persen aluvial. Menurut penggunaan tanah, hutan mendominasi luas wilayah 90.416,52 hektar (49,66 persen), sebelum terjadinya penjarahan hutan jati di Kabupaten Blora merupakan hutan terluas dan merupakan komoditi unggulan,disusul lahan sawah seluas 46.186,99 hektar dan lahan tegalan (kering) seluas 26.315,34 hektar. Lahan sawah di Kabupaten Blora yang merupakan sawah tadah hujan seluas 29.760,99 hektar (64,44 persen), sawah beririgasi teknis 7449,0000 Ha, sawah beririgasi sederhana 4114,0000 Ha, sawah beririgasi desa (non Pu) 1640,000 Ha. dan sawah beririgasi setengah teknis 967 Ha. Sebagian besar lahan kering merupakan tanah tegalan (ladang) sebesar 26315,3381 Ha, sisanya merupakan pekarangan seluas 16705,1598 Ha dan lain-lain (waduk, kuburan, lapangan olah raga dan lain sebagainya) seluas 2430,7885 Ha.

3. Iklim dan Curah Hujan

Banyaknya hari hujan di Kabupaten Blora selama tahun 2007 relatif baik bila dibanding dengan tahun sebelumnya. Selama tahun 2007, curah hujan tertinggi di Kecamatan Kradenan sebanyak 2.638 mm, untuk hari hujan terbanyak terdapat di Kecamatan Blora sebanyak 115 hari.


4. Pembagian wilayah administrasi.

Jumlah kecamatan di Kabupaten Blora adalah 16 kecamatan yang terdiri 271 desa dan 24 kelurahan. Yang keseluruhannya terdiri dari 941 dusun, 1.204 RW dan 5.429 RT. Enam kecamatan memiliki wilayah kelurahan (Randublatung, Cepu, Jepon, Blora, Ngawen, dan Kunduran). Kecamatan Ngawen memiliki desa/kelurahan terbanyak (27 desa dan 2 kelurahan) sedangkan kecamatan Sambong dan Kradenan memiliki desa/kelurahan paling sedikit masing-masing dengan 10 desa.

5.Penduduk

Berdasarkan Blora Dalam Angka tahun 2007, penduduk Kabupaten Blora tercatat sebanyak 846.310 jiwa, perempuan sebanyak 428.512 jiwa dan laki-laki sebanyak 417.798 jiwa dengan sex ratio sebesar 97,50. Tingkat kepadatan tertinggi tercatat di Kecamatan Cepu sebesar 1.572 jiwa per km2. Pertambahan penduduk seiring dengan pertambahan jumlah KK, dari 230.972 di tahun 2006 menjadi 232.156 di tahun 2007.


KONDISI DAN POTENSI


1.ASPEK SDM

Pegawai Negeri Sipil dan Calon PNS di Kabupaten Blora berjumlah 10.763 orang, 6.545 laki-laki dan 4.218. Data tentang sarana dan prasarana pendidikan merupakan data pokok dalam membangun pendidikan di Kabupaten Blora. Dari data Blora Dalam Angka tahun 2007, jumlah SD/MI sebanyak 708 unit, SLTP/MTs 123 unit, SLTA 56 unit dan Akademi/perguruan tinggi sebanyak 4 unit. Akademi atau perguruan tinggi tercatat sebanyak 4 unit, 3 unit di Kecamatan Cepu dan 1 unit di Kecamatan Blora, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 2.200 orang, dosen tetap sebanyak 119 orang dan tidak tetap sebanyak 290 orang. Kegiatan kelompok belajar paket A dan B hingga tahun 2007 mencapai 82 dan 51 kelompok.

2.ASPEK EKONOMI

Pertanian.

Mayoritas mata pencaharian penduduk Kabupaten Blora adalah petani, utamanya pertanian tanaman pangan. Hal ini menjadikan Kabupaten Blora sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah. Padi sawah merupakan komoditi utama pertanian tanaman pangan. Produksi padi sawah tahun 2007 sekitar 301.972 ton, Komoditi unggulan kedua adalah jagung dan kedelai. Pada tahun 2007 produksi jagung mencapai 284.730 ton, sedangkan kedelai mencapai 5.805 ton. Sementara perkembangan hortikultura didominasi buah mangga dimana jumlah produksinya pada tahun 2007 sebesar 486.787 kwintal. Selanjutnya produksi jeruk mencapai 112.297 kwintal.


Perkebunan.

Produksi tanaman perkebunan di Kabupaten Blora hanya perkebunan rakyat. Luas dan produksi tidak terlalu banyak. Tidak ada perkebunan besar yang dikelola negara atau swasta berbadan hukum di Kabupaten ini. Produksi tanaman yang menonjol adalah kelapa dan kapuk, dimana produksi kelapa mencapai 4.284, 610 ton, sedangkan kapuk sebesar 227,229 ton.


Peternakan.

Satu lagi yang menjadi andalan utama penduduk Kabupaten Blora selain padi dan palawija adalah usaha ternak. Kabupsten Blora merupakan kabupaten dengan jumlah ternak besar terbanyak di Propinsi Jawa Tengah, utamanya ternak sapi potong. Dalam beberapa kesempatan sering mewakili Jawa Tengah untuk mengikuti lomba ternak baik untuk popukasi, kualitas ternak maupun kekimpakan kelompok peternak di tingkat nasional. Pada akhir tahun 2007 populasi sapi potong mencapai 215.587 ekor, kambing 96.250 ribu ekor, dan domba 16.881 ekor. Dalam tingkat propinsi, Blora merupakan Kabupaten dengan jumlah ternak terbanyak terutama sapi potong. Ternak lain yang mempunyai populasi cukup banyak adalah ayam kampung sebanyak 1,177.635 ekor.

Perikanan

Subsektor perikanan, meliputi kegiatan usaha perikanan darat yang terdiri dari usaha budidaya sawah, kolam dan perairan umum (sungai, waduk dan cekdam). Produksi perikanan yang ada didominasi oleh perikanan umum sebesar 251 ribu ton berasal dari sungai.
j
Kehutanan.

Sebanyak 49,66 persen luas wilayah Kabupaten Blora digunakan sebagai hutan negara, terbagi dalam tiga kesatuan administrasi yaitu KPH Randublatung, KPH Cepu dan KPH Blora. Salah satu komoditi hasil hutan adalah kayu jati, dimana produksi terbesar dari KPH Cepu sebanyak 43.999,385 meter kubik. Tahun 2005 total produksi kayu jati bundar sebanyak 92.803,78 meter kubik.

Industri.

Menurut Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi Kab. Blora terdapat 11.020 perusahaan industri kecil dan rumah tangga di tahun 2007. Jumlah tenaga kerja yang diserap adalah 39.299 orang, dengan nilai produksi mencapai 456 milyar rupiah.

Energi.

Sebagai upaya peningkatan taraf hidup masyarakat pemerintah mengupayakan program listrik di Blora dipenuhi oleh PT. PLN. Sudah 100 persen desa/kelurahan yang terpasang aliran listrik dengan jumlah pelanggan sebanyak 156.557 di tahun 2007. Kebutuhan akan air bersih dilayani oleh PDAM. Meskipun baru delapan Kecamatan yang dapat dicukupi, jumlah air yang sudah disalurkan mencapai 1,65 juta meter kubik, turun 4,60 persen dari tahun sebelumnya.

Koperasi.

Koperasi sebagai soko guru perekonomian sangat penting peranannya dalam lingkup usaha kecil dan menengah. Dari tahun ke tahun jumlahnya mengalami kenaikan, demikian pula dengan jumlah anggotanya. Pada tahun 2007 jumlah koperasi naik sebesar 2,08 persen. Banyaknya koperasi ada 491 unit terdiri atas 17 KUD dan 474 non KUD dengan jumlah total anggota sebanyak 121.199 orang.

Pasar.

Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli, produsen dengan konsumen. Jumlah pasar yang ada di Kabupaten Blora sebanyak 61 unit dengan jenis pasar terbanyak adalah pasar desa / tradisional.


3. ASPEK SARANA & PRASARANA

Prasarana Jalan.

Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Panjang jalan di wilayah Kabupaten Blora pada tahun 2007 adalah 658,23 kilometer. Panjang jalan tersebut terbagi menjadi jalan propinsi sepanjang 153,58 kilometer dan jalan Kabupaten 504,65 kilometer.

Angkutan Darat.

Kendaraan bermotor dan kereta api merupakan angkutan darat utama. Pada tahun 2007, jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Blora 149.168 unit Sementara itu banyaknya penumpang kereta api pada tahun 2007 tercatat 161.461 orang.

Telekomunikasi.

Di era informasi, PT Pos Indonesia dan PT Telkom semakin diperlukan dalam penyediaan sarana perhubungan dan komunikasi. Tahun 2007 kegiatan PT Pos Indonesia antara lain mengirim surat sebanyak 74.864 surat dalam negeri dan 1.070 surat luar negeri. Kegiatan yang lain dari instansi tersebut adalah melayani wesel pos, paket pos, tabungan penjualan benda pos dan sebagainya. Sarana komunikasi lain yang semakin penting adalah Warung Telekomunikasi (Wartel). Pada tahun 2007, jumlah warung telekomunikasi di Kabupaten Blora mencapai 180 unit dan jumlah pelanggan telepon mencapai 10.240 pelanggan . Pelanggan telepon tersebut meliputi Pemerintah (283 pelanggan), PN/PT (207 pelanggan), dan masyarakat (9.750 pelanggan).

Hotel dan Pariwisata.

Pengembangan pariwisata saat ini makin penting, tidak saja dalam rangka meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga dalam rangka memperluas kesempatan kerja. Pada tahun 2007, jumlah usaha akomodasi di Kabupaten Blora sebanyak 26 usaha dengan 595 kamar. Dua dari usaha akomodasi tersebut diklasifikasikan sebagai hotel berbintang. banyaknya obyek wisata di Kabupaten Blora tahun 2007, yaitu 30 obyek wisata dengan jumlah pengunjung sebanyak 110.176 orang.

Keuangan.

Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Blora menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2007, realisasi penerimaan PBB Kabupaten Blora, tercatat lebih dari 3,5 triliun rupiah. Dibandingkan dengan tahun lalu mengalami kenaikan sekitar 5,53 persen. Informasi tentang inflasi sangat penting sebagai tolok ukur kestabilan perekonomian daerah. Pada tahun 2007, tingkat inflasi di Kabupaten Blora mencapai 6,67 persen.


kiri
PROFIL KECAMATAN


INFORMASI MASYARAKAT
GALERI
SYARAT PERIJINAN

LINK-LINK NASIONAL
 
LINK-LINK PROPINSI
LINK-LINK KABUPATEN
 

 
footer
© 2008 - 2014, www.blorakab.go.id